Home » Pemula » Analisa Teknikal
Analisa Teknikal

Analisa Teknikal

Analisa teknikal dideskripsikan sebagai bidang yang meramal arah pergerakan harga dengan cara mempelajari data-data masa lalu. Analisa teknikal berbeda dengan analisa fundamental dalam menganalisa harga, volume dan informasi market lainnya dimana analisa fundamental melihat faktor yang mendasari dari sebuah mata uang, perusahaan dan pasar.

Analisa teknikal terdiri dari banyak jenis indikator teknikal; Anda dapat memilih indicator yang paling cocok dengan strategi trading Anda. Berikut adalah daftar indikator teknikal yang dapat ditemukan pada trading platform kami.

Accelerator/Decelerator Oscillator (AC)

Accelerator/Decelerator Oscillator mengukur akselerasi dan deselerasi dari kekuatan penggerak saat ini. Indikator ini akan berubah arah sebelum terjadi perubahan pada kekuatan penggerak, yang pada saat gilirannya, akan berubah arah sebelum harga berubah. Jika Anda menyadari bahwa Acceleration/Deceleration adalah sinyal peringatan awal, hal tersebut memberikan Anda keuntungan.

Garis nol pada dasarnya merupakan spot dimana kekuatan penggerak berada pada posisi seimbang. Jika AC lebih tinggi dari nol, maka biasanya memudahkan akselerasi untuk melanjutkan pergerakan upward (ke atas), begitu pula sebaliknya jika berada di bawah nol. Berbeda dari Awesome Oscillator, tidak direkomendasikan untuk membuka posisi ketika histogram melewati garis nol atau warna bar berubah. Sebaliknya, AC dapat digunakan bersama dengan indikator lain seperti Awesome Oscillator atau Parabolic SARS sebagai alat ukur keyakinan untuk arah pergerakan.

Accumulation/Distribution

Indikator Accumulation/Distribution ditentukan oleh perubahan harga dan volume. Volume bertindak sebagai koefisien bobot pada perubahan harga -- semakin tinggi koefisien (volume), semakin besar kontribusi perubahan harga (untuk periode waktu saat ini) pada nilai dari indikator.

Indikator ini merupakan variasi dari indikator yang lebih umum digunakan, On Balance Volume. Keduanya digunakan untuk mengkonfirmasi perubahan harga dengan cara mengukur volume penjualan masing-masing.

Ketika Indikator Accumulation/Distribution bergerak naik, hal itu berarti akumulasi (buying) dari sekuritas, karena volume penjualan yang sangat besar berhubungan dengan tren pergerakan harga ke atas (upward trend). Ketika indikator bergerak turun, berarti distribusi (selling) dari sekuritas, karena sebagian besar penjualan terjadi ketika harga bergerak turun (downward trend).

Penyimpangan antara indikator Accumulation/Distribution dan harga sekuritas (security price) mengindikasikan perubahan harga yang akan terjadi dalam waktu dekat. Dalam kasus penyimpangan tersebut, harga akan cenderung bergerak ke arah pergerakan indikator. Dengan demikian, jika indikator naik, dan harga sekuritas turun, Anda dapat memperkirakan akan adanya perubahan arah pergerakan harga.

Alligator

Developer (pengembang) dari Alligator berkata: "Hampir sepanjang waktu market atau pasar cenderung statis. Hanya 15-30% dari waktu, market menghasilkan tren, dan trader yang tidak berada di pasar/bursa seringkali memperoleh keuntungan dari tren. Kakek saya selalu mengulang kalimat: "Bahkan seekor ayam buta pun dapat mencari jagungnya, jika ia selalu diberi makan pada waktu yang sama". Perdagangan berdasarkan tren sering disebut "a blind chicken market". Membutuhkan waktu bertahun-tahun, tetapi kami telah memproduksi sebuah indikator yang membiarkan kami untuk selalu siap, sampai mencapai blind chicken market".

Pada prinsipnya, Indikator teknikal Alligator adalah kombinasi dari Balance Lines atau garis keseimbangan (Moving Averages) yang menggunakan fractal geometry dan nonlinear dynamics.

・ The blue line (Alligator’s Jaw) adalah Balance Line untuk rentang waktu dari harga (value) yang digunakan untuk membuat chart (Smoothed Moving Average untuk 13 periode, digerakkan 8 bar ke masa depan);

・ The red line (Alligator’s Teeth) adalah Balance Line untuk rentang waktu dari harga (value), satu level lebih rendah (Smoothed Moving Average untuk 8 periode, digerakkan 5 bar ke masa depan);

・ The green line (Alligator’s Lips) adalah Balance Line untuk rentang waktu dari harga (value) satu level lebih rendah dari sebelumnya (Smoothed Moving Average untuk 5 periode, digerakkan 3 bar ke masa depan).

Lips, Teeth dan Jaw pada Alligator menunjukkan interaksi pada periode waktu yang berbeda. Karena tren dapat dilihat jelas hanya pada 15 - 30 persen dari total waktu, maka penting untuk mengikutinya dan menahan diri dari mengambil mengambil tindakan di market yang berfluktuasi hanya pada periode harga tertentu.

Ketika Jaw, Teeth dan Lips berjarak sangat dekat atau berjalinan, itu berarti bahwa Alligator akan tidur (hilang) atau sudah tertidur. Ketika tertidur, maka Alligator akan semakin lapar -- semakin lama tertidur, semakin lapar ketika dia bangun. Hal pertama yang dilakukan saat bangun adalah membuka mulutnya dan menguap. Aroma makanan masuk ke hidungnya: aroma bull atau aroma bear, dan Alligator mulai memburunya. Setelah makan dan kenyang, Alligator mulai kehilangan minat pada makanan/harga (Balance Lines tebentuk) -- dan inilah saatnya untuk membenahi profit.

Average Directional Movement Index (ADX)

Indikator teknikal Average Directional Movement Index (ADX) digunakan untuk mengukur kekuatan dan kelemahan tren, bukan arah tren sebenarnya. Dikembangkan dan dideskripsikan secara detail oleh Welles Wilder dalam bukunya "New concepts in technical trading systems".

Wilder membuat system sederhana pada trading. Pertama, ADX ditradingkan diatas 25 (yang menentukan tren). Sinyal beli (buy) dibuat ketika +DI menyilang melewati atas -DI. Sinyal jual (sell) dipicu ketika -DI melewati atas +DI.

Untuk aturan sederhana ini Wells Wilder menambahkan "aturan titik ekstrim". Titik tersebut digunakan untuk menghilangkan sinyal palsu dan mengurangi jumlah penawaran. Menurut prinsip titik ekstrim, "titik ekstrim" adalah titik ketika +DI dan -DI cross saling menyilang. Jika +DI naik melebihi -DI, titik ini akan menjadi harga maksimum pada hari itu ketika mereka saling menyilang. Jika +DI lebih renah dari -DI, titik ini menjadi harga minimum pada hari dimana mereka saling menyilang.

Titik ekstrim juga digunakan untuk pada saat baru memasuki pasar (market). Oleh karena itu, setelah ada sinyal buy (+DI lebih tinggi dari -DI) Anda harus menunggu sampai harga telah melampaui titik ekstrim, baru kemudian Anda buy. Tetapi, jika harga jatuh melewati level titik ekstrim, Anda harus mempertahankan posisi short.

Average True Range (ATR)

Indikator Average True Range (ATR) adalah indikator yang menunjukkan volatilitas market. Diperkenalkan oleh Welles Wilder dalam bukunya "New concepts in technical trading systems". Indikator ini telah digunakan sebagai komponen pada banyak indikator lain dan sistem trading.

Average True Range sering dapat mencapai nilai tinggi pada bagian bawah market setelah harga jatuh drastisn yang diakibat penjualan karena panic (panic selling). Nilai rendah pada indikator adalah tipikal untuk periode sideways trend (tren di mana harga bergerak horizontal) berdurasi panjang yang terjadi di bagian atas market dan saat konsolidasi. Average True Range dapat di interpretasikan menurut prinsip yang sama dengan indikator volatilitas lain. Prinsip peramalan berdasarkan indikator ini dapat dijelaskan sebagai berikut: semakin tinggi nilai indikator, semakin tinggi kemungkinan perubahan tren; semakin rendah nilai indikator, semakin lemah pergerakan tren tersebut.

Awesome Oscillator

Indikator teknikal Awesome Oscillator (AO) adalah simple moving average 34 periode, terbentang di tengah-tengah titik bar (H+L)/2, yang dikurangi dari simple moving average 5 periode, terbentang pada sepanjang titik tengah bar chart (H+L)/2. Hal ini menunjukkan jelas apa yang terjadi pada kekuatan penggerak market saat itu.

Sinyal buy
Saucer
Merupakan sinyal satu-satunya untuk beli/buy ketika bar lebih tinggi dari garis nol. Perlu diingat:
・ Sinyal saucer dihasilkan ketika bar chart berbalik arah dari downward ke upward. Kolom kedua lebih rendah dari yang pertama dan berwarna merah. Kolom ketiga lebih tinggi dari yang kedua dan berwarna hijau.
・ Sinyal saucer terjadi ketika bar chart memiliki paling tidak tiga kolom.

Perlu diingat bahwa semua kolom Awesome Oscillator harus melebihi garis nol untuk sinyal saucer dapat digunakan.

Zero line crossing
Sinyal buy dihasilkan ketika bar chart melewati area negative sampai area positif. Terjadi ketika bar chart melewati garis nol. Berkaitan dengan sinyal ini:
・ Agar sinyal ini terjadi, hanya dibutuhkan dua kolom;
・ Kolom pertama dibawah garis nol, kolom kedua menyilang (transisi dari nilai negatif ke positif);
・ Sinyal buy dan sell secara bersamaan tidak mungkin terjadi.

Two pikes
Merupakan satu-satunya sinyal “beli” yang dapat dikeluarkan ketika bar chart jatuh di bawah garis zero. Sehubungan dengan sinyal tersebut, harap diingat bahwa:
・ Sinyal akan dikeluarkan, ketika Anda mempunyai tombak (pike) yang mengarah ke bawah (nilai minimum paling rendah) yang berarti di bawah garis nol dan diikuti oleh pike mengarah ke bawah yang sedikit lebih tinggi (figure negatif dengan nilai absolute yang lebih kecil, dan lebih dekat ke garis nol), daripada pike bawah yang sebelumnya.
・ Bar chart harus berada di bawah garis zero, diantara 2 pikes. Apabila bar chart melewati garis zero pada bagian yang berada di antara pikes, maka sinyal “buy” tidak akan berfungsi. Walaupun begitu, sinyal untuk “buy” yang berbeda akan dikeluarkan-zero line crossing.
・ Jika terbentuk pike tambahan yang lebih tinggi (yang lebih dekat dengan garis nol) dan bar chart tidak melewati garis nol, sinyal buy tambahan akan dikeluarkan.

Sinyal untuk "sell"
Sinyal sell pada Awesome Oscillator mirip dengan sinyal buy. Sinyal saucer diputarbalikkan dan berada di bawah nol. Batas garis zero dalam keadaan turun-- kolom pertama berada di atas nol, dan yang kedua berada dibawahnya. Sinyal two pikes lebih tinggi dari garis nol dan juga dalam keadaan diputarbalik.

Bears Power

Trading pada kesehariannya mewakili pertarungan antara pembeli ("Bulls") yang mendorong harga naik dan penjual ("Bears") yang menekan harga turun. Harga harian akan berakhir lebih tinggi atau lebih rendah daripada harga hari sebelumnya, tergantung pihak mana yang berhasil menang. Nilai tengah, harga tertinggi dan terendah, memungkinkan Anda untuk menilai bagaimana pertarungan terjadi dalam satu hari tersebut.

Sangatlah penting untuk dapat mengestimasi keseimbangan Bears Power, karena perubahan keseimbangan ini dapat memberi sinyal awal kemungkinan terjadinya perubahan tren. Hal ini dapat dilakukan dengan Bears Power oscillator yang dikembangkan oleh Alexander Elder dan dijelaskan dalam bukunya “Trading for a Living”. Elder menggunakan premis dasar berikut ketika menyusun osilator ini:

・ moving average adalah harga yang disetujui antara penjual dan pembeli dalam periode waktu tertentu,
・ harga terendah menunjukkan kekuatan maksimum penjual dalam satu hari.

Pada premis ini, Elder mengembangkan Bears Power sebagai perbedaan antara harga terendah dan exponential moving average untuk 13 periode (LOW - EMA).

Aplikasi

Indikator ini akan lebih baik jika digunakan bersama dengan indikator tren (biasanya Moving Average):

・ jika indikator tren mengarah naik dan indeks Bears Power berada di bawah nol tetapi meningkat, ini adalah sinyal buy;
・ dalam kasus ini, sangat diharapkan bahwa pada indikator chart akan terbentuk penyimpangan antara basis-basis yang ada.

Bollinger Bands (BB)

Indikator teknikal Bollinger Band (BB) mirip dengan Envelope. Perbedaanya hanyalah band dari Envelope digambarkan dengan jarak yang tetap (%) dari moving average, sedangkan Bollinger Band digambarkan dengan berjarak standar deviasi tertentu. Standar deviasi adalah ukuran volatilitas. Oleh sebab itu Bollinger Band menyesuaikan dirinya dengan kondisi market. Ketika market menjadi lebih volatile atau tidak menentu, band akan melebar dan saat volatilitas menurun Bollinger Band akan berkontraksi.

Bollinger Band biasanya digambar pada grafik harga, tetapi dapat pula ditambahkan ke indikator grafik (Custom Indicator). Seperti Envelope, interpretasi Bollinger Band didasari oleh fakta bahwa aktivitas harga cenderung tetap di antara batas atas dan batas bawah band. Fitur khusus dari indikator Bollinger Band adalah lebarnya yang bervariasi karena adanya volatilitas harga. Ketika volatilitas tinggi, band melebar dan memberikan ruangan untuk harga bergerak masuk. Saat volatilitas rendah, band berkontraksi, mempertahankan agar harga tetap berada dalam batas.

Berikut adalah ciri-ciri dari Bollinger Band:
1. perubahan harga secara tiba-tiba cenderung terjadi setelah band berkontraksi akibat penurunan volatilitas.
2. Jika harga menembus band atas, diperkirakan tren sekarang akan berlajut.
3. Jika pikes dan hollows berada di luar band diikuti pikes dan hollows yang berada di dalam band, terdapat kemungkinan terjadinya kebalikan dari tren saat ini
4. Pergerakan harga yang dimulai dari salah satu batas band biasanya mencapai batas yang berlawanan arah. Pengamatan terakhir ini berguna untuk meramal target harga.

Bulls Power

Trading pada kesehariannya mewakili pertarungan antara pembeli ("Bulls") yang mendorong harga naik dan penjual ("Bears") yang menekan harga turun. Harga harian akan berakhir lebih tinggi atau lebih rendah daripada harga hari sebelumnya, tergantung pihak mana yang berhasil menang. Nilai tengah, harga tertinggi dan terendah, memungkinkan Anda untuk menilai bagaimana pertarungan terjadi dalam satu hari tersebut.

Sangatlah penting untuk dapat mengestimasi keseimbangan Bulls Power, karena perubahan keseimbangan ini dapat memberi sinyal awal kemungkinan terjadinya perubahan tren. Hal ini dapat dilakukan dengan Bulls Power oscillator yang dikembangkan oleh Alexander Elder dan dijelaskan dalam bukunya “Trading for a Living”. Elder menggunakan premis dasar berikut ketika menyusun osilator ini:

・ moving average adalah harga penjanjian antara penjual dan pembeli dalam periode waktu tertentu,
・ harga tertinggi menunjukkan kekuatan pembeli maksimal dalam satu hari.

Pada premis ini, Elder mengembangkan Bulls Power sebagai perbedaan antara harga tertinggi dan exponential moving average untuk 13 periode (HIGH - EMA).

Aplikasi

Indikator ini dapat digunakan bersama dengan indikator tren ( yang paling sering digunakan adalah Exponential Moving Average, 13 periode):



Buy jika:
• terdapat tren naik (ditentukan dengan gerakan Exponential Moving Average);
• Bear Power oscillator bernilai negatif, namun meningkat pada waktu yang sama;
• Puncak terakhir dari osilator Bull Power lebih tinggi dari sebelumnya;
• Osilator Bears Power naik setelah divergensi Bulls.

Apabila osilator Bears Power bernilai positif, Anda disarankan untuk tidak bertransaksi.

Sell jika:
• Terdapat tren turun (ditentukan oleh gerakan Exponential Moving Average);
• Osilator Bulls Power positif, tetapi menurun secara perlahan;
• Puncak terakhir dari osilator Bulls Power lebih rendah dari sebelumnya;
• osilator Bulls Power turun meninggalkan divergensi Bear.
Jangan membuat posisi short ketika osilator Bulls Power bernilai negatif. Titik divergensi antara Bull dan Bear Power dengan harga adalah waktu terbaik untuk trading.

Commodity Channel Index (CCI)

Indikator teknikal Commodity Channel Index (CCI) mengukur deviasi harga komoditas dari harga rata-rata statistik. Indeks yang bernilai tinggi menunjukkan harga yang sangat tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata, sedangkan nilai rendah menunjukkan bahwa harga terlalu rendah. Terlepas dari namanya, CCI dapat diaplikasikan pada setiap instrumen finansial.

Terdapat dua teknik dasar ketika menggunakan CCI:

1. Mencari Divergensi
Divergensi muncul ketika harga mencapai tingkat maksimal terbaru, dan CCI tidak dapat naik lebih tinggi dari nilai maksimal sebelumnya. Divergensi biasanya diikuti oleh koreksi harga.

2. Sebagai indikator overbuying/overselling
CCI biasanya berada dalam rentang ±100. Nilai diatas +100 menunjukkan keadaan overbought (dan kemungkinan adanya koreksi harga ke tingkat yang lebih wajar), dan nilai dibawah -100 menunjukkan keadaan oversold (dan kemungkinan adanya koreksi harga ke tingkat yang lebih wajar).

DeMarker

Indikator teknikal Demarker didasarkan pada perbandingan periode maksimum saat ini dengan periode maksimum sebelumnya. Jika periode (bar) maksimum saat ini lebih tinggi, perbedaan antara keduanya akan terlihat. Jika nilai maksimum saat ini lebih rendah atau sama dengan periode maksimum sebelumnya, nilai nol akan terlihat. Kemudian, perbedaan yang didapat selama periode N akan diringkas. Nilai yang didapat digunakan sebagai numerator DeMarker dan akan dibagi dengan nilai yang sama ditambah jumlah dari perbedaan antara harga minimum sebelumnya dan dan periode (bar) saat ini. Jika harga minimum saat ini lebih besar dari bar sebelumnya, maka nilai nol akan digunakan.

Ketika indikator turun dibawah 30, harga bullish diperkirakan akan berbalik arah. Ketika indikator naik diatas 70, harga bearish diperkirakan akan berbalik arah.
Apabila Anda menggunakan periode dengan durasi yang lebih panjang, Anda dapat mengetahui tendensi market jangka panjang ketika Anda menghitung indikatornya. Indikator yang menggunakan periode singkat memungkinkan Anda untuk masuk ke market pada titik dimana resiko sangat kecil dan merencanakan waktu transaksi sehingga dapat masuk dalam tren utama. Tidak seperti osilator lainnya, DeM tidak menggunakan data yang telah diatur dengan rapi.

Envelopes

Indikator teknikal Envelope dibentuk oleh dua Moving Average, satu bergerak naik dan satu lagi bergerak turun. Pemilihan jumlah relatif optimal pada pergeseran margin band ditentukan oleh volatilitas atau perubahan market: semakin tinggi perubahan, semakin kuat pergeserannya.

Envelope menentukan margin atas dan margin bawah dari kisaran harga. Sinyal sell muncul saat harga mencapai band margin atas; sinyal buy muncul saat harga mencapai margin bawah.

Logika di balik envelope adalah, bahwa pembeli dan penjual yang terlalu bersemangat menekan harga sampai ke tingkat ekstrim (band atas dan bawah), dimana pada titik tersebut harga akan menjadi stabil dan bergerak menuju ke tingkat yang lebih realistis. Hal ini mirip dengan interpretasi pada Bollinger Bands.

Force Index

Indikator teknis Force Index dikembangkan oleh Alexander Elder. Force Index adalah indikator yang menggunakan harga dan volume untuk mengukur kekuatan di balik pergerakan atau mengindentifikasi titik balik yang mungkin terjadi. Menurut Elder, terdapat tiga elemen dasar pada pergerakan harga: tren atau arah, jangkauan dan volume trading. Indikator ini dapat digunakan bersama dengan Moving Average untuk memperkuat tren keseluruhan, koreksi atau pembalikan arah pergerakan.

Fractals

Setiap market dikarakterisasikan oleh fakta bahwa sebagian besar harga tidak berubah banyak dan tren berubah hanya pada periode singkat dari total waktu (15-30%). Kesempatan trading yang berpotensi muncul ketika harga market berubah sesuai dengan tren tertentu.

Fractal adalah salah satu dari lima indikator trading Bill Williams, yang berusaha untuk mengetahui bagian bawah atau atas (atau permulaan suatu tren baru).

Basis Fractal terdiri dari lima bar (batang) atau lebih. Aturan untuk mengidentifikasi Fractal:

• Titik balik bearing muncul ketika terdapat pola high (harga tinggi) tertinggi di tengah-tengah dan dua pasang high yan lebih rendah pada kedua sisinya.
• Titik balik bullish muncul ketika ketika terdapat pola low (harga rendah) terendah di tengah-tengah dan dua pasang low yang lebih tinggi pada kedua sisinya.

Fractal dapat disaring dengan menggunakan Alligator. Dengan kata lain, tidak perlu menutup transaksi buy, jika fractal lebih rendah dari Alligator’s Teeth, dan tidak perlu menutup transaksi sell, jika fractal lebih tinggi dari Alligator’s Teeth. Setelah sinyal Fractal terbentuk, yang ditentukan oleh posisinya yang berada di luar Alligator’s Mouth, sinyal Fractal tetap berupa sinyal sampai mendapat serangan, atau sampai sinyal fractal baru muncul.

Gator Oscillator

Gator Oscillator didasarkan pada Alligator dan menunjukkan tingkat konvergensi/divergensi dari Balance Lines (Smoothed Moving Averages). Bagian teratas dari bar chart adalah perbedaan absolut antara garis biru dan merah pada indikator Alligator. Bagian terbawah chart adalah perbedaan antara nilai garis merah dan garis hijau pada indikator Alligator, dengan nilai minus, karna chart digambarkan secara terbalik.

Ichimoku Kinko Hyo

Indikator teknis Ichimoku Kinko Hyo ditetapkan untuk mengkarakterisasi tren market, level Support dan Resistance, dan memberikan sinyal beli dan jual. Indikator ini bekerja paling baik pada chart mingguan dan harian.

Ketika mendefiniskan dimensi parameter, digunakan empat kali interval dengan panjang yang berbeda-beda. Nilai dari garis-garis individu yang membentuk indikator ini berdasarkan pada interval berikut:

・ Tenkan-sen menunjukkan harga rata-rata selama interval pertama yang ditentukan dengan jumlah maksimum dan minimum saat ini, dibagi angka dua;
・ Kijun-sen menunjukkan harga rata-rata selama interval waktu kedua;
・ Senkou Span A menunjukkan titik tengah jarak antara dua garis sebelumnya yang bergerak maju dengan nilai interval kedua;
・ Senkou Span B menunjukkan harga rata-rata selama interval ketiga yang bergerak maju dengan nilai interval kedua.
・ Chinkou Span menunjukkan harga penutupan (close) candle saat ini yang bergerak mundur dengan nilai interval kedua.

Jarak antara garis Senkou memiliki warna yang berbeda dan disebut "cloud" atau awan. Jika harga berada di antara garis tersebut, market dianggap sebagai non-tren, dan kemudian cloud margin membentuk level support dan resistance:

・ Jika harga berada di atas cloud, garis teratas membentuk level support pertama dan, garis kedua membentuk level support kedua;
・ Jika harga berada di bawah cloud, garis paling bawah membentuk level resistansi pertama, dan garis diatasnya membentuk level kedua;
・ Jika garis Chinkou Span melintasi chart harga dari bawah ke atas, maka hal ini merupakan sinyal buy. Jika garis Chinkou Span melintasi dengan arah atas ke bawah, maka itu merupakan sinyal sell.

Kijun-sen digunakan sebagai indikator pergerakan market. Jika harga lebih tinggi dari indikator ini, harga mungkin akan seterusnya bergerak naik. Ketika harga melintasi garis ini, terdapat kemungkinan perubahan tren lebih lanjut.

Metode lain penggunaan Kijun-sen adalah pemberian sinyal. Sinyal buy dihasilkan ketika garis Tenkan-sen melintasi Kijun-sen dari bawah ke atas. Arah atas ke bawah adalah adalah sinyal sell.

Tenkan-sen digunakan sebagai indikator tren market. Jika garis ini naik atau turun, maka terdapat tren. Ketika bergerak horisontal, berarti bahwa market telah masuk ke channel.

Market Facilitation Index

Indikator Market Facilitation Index (BW MFI) adalah indikator yang menunjukkan perubahan harga untuk satu tick. Nilai absolut pada indikator tidak berarti “absolute”. Bill Williams menitik beratkan pada perubahan MFI dan volume:

Market Facilitation Index meningkat dan volume naik -- hal ini berarti: a) jumlah pemain yang masuk ke market meningkat (volume naik) b) pemain baru membuat posisi searah perkembangan bar, contoh, gerakan telah dimulai dan mulai bertambah cepat;

Market Facilitation Index jatuh dan volume turun. Hal ini berarti peserta market tidak tertarik lagi untuk bertransaksi;

Market Facilitation Index meningkat, tetapi volume turun. Hal ini berarti bahwa market tidak didukung oleh volume transaksi klien, dan harga mengalami perubahan akibat spekulasi trader (broker dan dealer);

Market Facilitation Index turun, tetapi volume meningkat. Terdapat pertarungan antara bulls dan bears, ditandai dengan penjulan dan pembelian dalam volume besar, tetapi harga tidak berubah secara signifikan karena besar kekuatan jual dan beli yang seimbang. Salah satu pihak (pembeli vs. penjual) pada akhirnya akan memenangkan pertarungan. Biasanya, titik kemenangan bar tersebut member tanda apakah bar akan menentukan kelanjutan tren atau menghentikan tren. Bill Williams menyebut bar tersebut sebagai "curtsying".

Momentum

Indikator teknis Momentum mengukur seberapa besar sekuritas telah berubah dalam kurun waktu tertentu.

Terdapat dua cara untuk menggunakan indikator Momentum:

Momentum indicator sebagai osilator pengikut tren yang mirip dengan Moving Average Convergence/Divergence (MACD). Buy ketika indikator berada di bagian bawah dan berbalik, dan sell ketika indikator di puncak dan berbalik ke bawah. Short-term moving average dapat digambarkan untuk menentukan kapan indikator berada di dasar atau puncak.
Jika indikator Momentum mencapai nilai paling tinggi atau rendah (relatif terhadap nilai historis) dapat diasumsi bahwa tren saat ini akan berlanjut. Contoh, jika indikator Momentum mencapai nilai tertinggi dan kemudian berbalik turun, harga diasumsikan akan naik lebih tinggi. Dalam kasus manapun, bertransaksilah hanya setelah harga mengkonfirmasi sinyal yang dihasilkan oleh indikator (misalnya, jika harga puncak dan berbalik ke bawah, tunggu harga mulai turun sebelum menjual).

Indikator Momentum juga dapat digunakan sebagai leading indicator. Metode ini mengasumsi bahwa market atas biasanya diidentifikasi oleh kenaikan harga yang cepat (ketika semua orang berharap harga akan naik) dan bahwa market bawah biasanya berakhir dengan penurunan harga yang cepat (ketika semua orang ingin keluar).

Setelah market mencapai puncaknya, indikator Momentum akan naik tajam dan kemudian jatuh -- menyimpang dari gerakan ke atas atau gerakan horizontal dari harga (price). Pada bagian bawah market, Momentum akan turun tajam dan kemudian mulai naik mendahului harga (price). Kedua situasi ini menghasilkan divergensi antara indikator dan harga.

Money Flow Index

Money Flow Index (MFI) adalah indikator yang menunjukkan tingkat dimana uang diinvestasikan ke sekuritas dan kemudian ditarik kembali. Konstruksi dan interpretasi indikator ini mirip dengan Relative Strength Index, perbedaannya hanyalah volume merupakan komponen penting pada MFI.

Ketika menganalisa MFI, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan:

・ Perbedaan antara indikator dan pergerakan harga. Jika harga naik dan MFI turun (atau sebaliknya), terdapat kemungkinan besar harga akan berbalik arah;

・ Nilai Money Flow Index, yang melebihi 80 atau dibawah 20, adalah sinyal mengenai titik tertinggi dan terendah potensial suatu pasar.

Moving Average

Indikator Moving Average (MA) menunjukkan rata-rata harga instrumen pada periode waktu tertentu. Saat harga berubah, Moving Average dapat naik atau turun.

Terdapat empat jenis Moving Average: Simple (Aritmatik), Exponential, Smoothed dan Linear Weighted. Moving Average dapat digunakan untuk kalkulasi setiap data sekuensial, termasuk harga pembukaan dan penutupan, harga tertinggi dan terendah, volume trading maupun indikator lainnya. Seringkali dua buah Moving Average digunakan.

Perbedaan pada setiap jenis Moving Average adalah bobot koefisien, yang ditetapkan pada data terakhir. Pada Simple Moving Average, semua harga dalam satu periode bernilai sama. Exponential dan Linear Weighted Moving Averages melampirkan nilai lebih untuk data terakhir.

Cara umum untuk menginterpretasikan Moving Average adalah membandingkan pergerakannya dengan gerakan harga. Ketika harga instrumen melebihi Moving Average, sinyal Buy muncul. Jika harga jatuh dibawah Moving Average, sinyal Sell muncul.

Pada sistem trading ini, yang berdasarkan pada Moving Average, tidak diperuntukkan untuk masuk ke market saat harga terendah dan menutup atau keluar market saat harga tinggi. MA memungkinkan untuk bertindak mengikuti tren: buat posisi Buy segera setelah harga mencapai posisi bawah, dan Sell degera setelah harga mencapai nilai tertinggi.

Moving averages dapat diaplikasikan ke indikator. Dimana interpretasi MA mirip dengan interpretasi harga MA: jika indikator naik diatas MA, berarti bahwa pergerakan naik indikator akan berlanjut: jika indikator turun dibawah MA, berarti bahwa pergerakan menurun akan berlanjut.

Di bawah ini adalah jenis-jenis Moving Averages:

・ Simple Moving Average (SMA)
・ Exponential Moving Average (EMA)
・ Smoothed Moving Average (SMMA)
・ Linear Weighted Moving Average (LWMA)

Moving Average Convergence/Divergence (MACD)

Moving Average Convergence/Divergence (MACD) adalah indikator pengikut tren yang dinamis. Menunjukkan korelasi antara dua harga Moving Average.

MACD adalah perbedaan antara dua (lambat dan cepat) periode Exponential Moving Average (EMA). Untuk menunjukkan kesempatan buy/sell, a so-called signal line (a defined period indicator’s moving average) di-plot pada chart MACD.

MACD membuktikan keefektifannya pada market wide swinging trading. Terdapat tiga cara pupuler untuk menggunakan MACD: crossovers: overbought/oversold conditions, and divergences.

Crossovers
Aturan dasar MACD adalah Sell ketika MACD jatuh dibawah signal line. Sinyal buy muncul ketika MACD naik melebihi signal line. Populer digunakan untuk buy/sell ketika MACD berada di atas/bawah nol.

Kondisi Overbought/oversold
MACD juga dapat digunakan untuk indikasi overbought/oversold. Ketika garis Shorter MA berada jauh dari Longer MA (contoh, MACD naik), harga overload dan akan kembali ke tingkat realitas.

Divergence
Indikasi bahwa akhir tren saat ini dapat muncul ketika MACD berbeda dari harga. Perbedaan bullish terjadi ketika harga menyentuh harga maksimum yang baru sementara indikator MACD gagal mencapai new highs. Perbedaan bearish terjadi ketika MACD membuat new lows sementara harga gagal mencapai new lows. Kedua perbedaan ini sangat penting ketika muncul pada area overbought/oversold.

Moving Average of Oscillator

Moving Average of Oscillator adalah perbedaan antara osilator dan oscillator smoothing. Dalam hal ini, MACD base-line digunakan sebagai osilator, dan garis sinyal digunakan sebagai smoothing.

On Balance Volume (OBV)

Indikator On Balance Volume (OBV) adalah indikator teknikal momentum yang berkaitan dengan volume dan perubahan harga. Indikator yang diperkenalkan oleh Joseph Granville ini cukup sederhana. Ketika harga close lebih tinggi daripada harga close sebelumnya, maka dianggap sebagai up-volume. Ketika harga close lebih rendah dari sebelumnya, volume harian dianggap down-volume.

Asumsi dasar analisa On Balance Volume, adalah bahwa perubahan OBV mendahului perubahan harga. Teorinya adalah aliran masuknya uang dapat dilihat dengan OBV naik. Ketika public memasukkan dananya, OBV akan tumbuh dengan cepat.

Jika pergerakan harga mendahului pergerakan OBV, maka sinyal "non-confirmation" OBV terjadi. Non-confirmations dapat terjadi pada market bull atas (ketika harga naik tanpa atau sebelum OBV) atau pada market bear bawah (ketika harga turun tanpa atau sebelum OBV).

OBV berada pada tren naik ketika setiap puncak (peak) harga lebih tinggi dari puncak sebelumnya dan setiap lembah yang baru lebih rendah dari yang sebelumnya. Sebaliknya, OBV berada pada tren jatuh ketika setiap terjadi penurunan puncak dan lembah secara berturut-turut. Ketika OBV bergerak menyamping maka tren market sulit untuk ditentukan.

Saat tren terjadi, tren tersebut akan tetap berlanjut sampai berhenti. Terdapat dua sebab yang mengakibatkan tren OBV dapat berhenti. Pertama adalah ketika tren berubah dari tren naik ke tren turun, atau sebaliknya.

Kedua, jika tren berubah ke tren yang meragukan atau tidak dapat dipastikan dalam waktu 3 hari lebih. Demikian, jika harga berubah dari tren naik ke tren meragukan dan tetap meragukan dalam 2 hari sebelum berubah kembali ke tren naik, OBV dianggap selalu berada dalam tren naik.

Ketika OBV berubah ke tren naik atau turun, "breakout" terjadi. Karena secara normal breakout OBV mendahului breakout harga, investor harus buy long pada OBV breakout keatas. Likewise, investors should sell short when the OBV makes a downside breakout. Posisi harus dipertahankan sampai tren berubah.

Parabolic SAR

Indikator Parabolic SAR dikembangkan untuk menganalisa tren market. Indikator ini dibuat pada grafik harga. Indikator ini menyerupai Indikator Moving Average dimana perbedaannya adalah Parabolic SAR bergerak lebih cepat dan merubah posisinya menurut harga. Indikator ini berada di bawah harga saat bullish (Up Trend) dan berada di atas harga saat bearish (Down Trend).

Jika harga memotong garis Parabolic SAR, indikator berbalik, dan nilai berikutnya ditempatkan pada sisi harga yang berlawanan. Ketika indikator berbalik arah, harga maksimum atau minimum untuk periode sebelumnya akan menjadi titik awal. Ketika indikator berbalik, indikator tersebut memberikan sinyal bahwa tren berakhir (tahap koreksi atau flat) atau harga berbalik.

Parabolic SAR adalah indikator handal untuk menentukan titik keluar. Posisi long harus ditutup saat harga turun di bawah SAR line, posisi short harus ditutup saat harga naik di atas SAR line. Indikator ini sering digunakan sebagai trailing stop.

Jika ada posisi long yang akftif atau open (misalnya, harga di atas SAR line), Parabolic SAR line akan naik, terlepas dari arah harga. Panjang pergerakan garis SAR bergantung pada skala pergerakan harga.

Relative Strength Index

The Relative Strength Index (RSI) adalah osilator pengikut harga berkisar antara 0 dan 100. Ketika Wilder memperkenalkan Relative Strength Index, ia merekomendasikan RSI 14-hari. Sejak itu, indikator RSI 9-hari dan 25-hari juga mendapat popularitas.

Metode popular analisa RSI adalah melihat perbedaan yang membuat high baru. Tetapi RSI gagal untuk melewati high sebelumnya. Perbedaan ini adalah indikasi pembalikan yang akan datang. Ketika Relative Strength Index berbalik turun dan jatuh ke lembah saat ini, hal ini berarti terjadi "failure swing". Failure swing dianggap sebagai konfirmasi pada pembalikan yang akan datang.

Cara menggunakan Relative Strength Index untuk analisa

・ Tops dan bottoms
Relative Strength Index biasanya diatas (top) 70 dan dibawah (bottom) 30. Biasanya membentuk puncak (top) dan lembah (bottom) sebelum harga chart yang mendasari;
・ Formasi Chart
RSI sering membentuk pola chart seperti head dan shoulders atau triangles yang dapat atau tidak dapat dilihat pada chart harga;
・ Failure swing ( penetrasi Support atau Resistance atau breakout)
Hal ini terjadi saat RSI melewati high (puncak) sebelumnya atau jatuh di bawah low (lembah) saat ini;
・ Level Support dan Resistance
RSI terkadang menunjukkan level support dan resistance yang lebih jelas daripada chart harga itu sendiri.
・ Divergence (perbedaan)
Perbedaan muncul ketika harga membentuk new high (low) yang tidak dikonfirmasi oleh new high (low) pada RSI. Harga biasanya benar dan bergerak searah RSI.

Relative Vigor Index (RVI)

Poin utama indikator Relative Vigor Index (RVI) adalah harga close pada bull market, lebih tinggi dari harga open. Begitu pula sebaliknya pada bear market. Ide di balik RVI adalah kekuatan, atau energy dari gerakan akibat harga berakhir pada penutupan. Untuk menormalisasi indeks ke rentang trading harian, bagi perubahan harga dengan rentang maksimum harga untuk satu hari. Untuk membuat perhitungan, gunakan Simple Moving Average. 10 adalah periode terbaik. Untuk menghindari timbulnya kesalahan, diperlukan untuk membuat garis sinyal, dimana 4-periode Weighted Moving Average dari RVI. Perpotongan garis berfungsi sebagai sinyal buy atau sell.

Standard Deviation (StdDev)

Indikator Standard Deviation (StdDev) mengukur volatilitas market. Indikator ini mengkaraketerisasi skala perubahan harga berkaitan dengan Moving Average. Jika nilai indikator besar, market bersifat volatil dan bar harga agak tersebar, relative terhadap Moving Average. Jika nilai indikator tidak besar, berarti bahwa volatilitas market rendah dan bar harga agak dekat dengan Moving Average.

Biasanya indikator ini digunakan sebagai pelengkap indikator lainnya. Ketika Bollinger Bands dihitung, nilai Standard Deviation ditambahkan pada Moving Average.

Perilaku market mewakili pergantian aktivitas perdagangan yang tinggi dan market yang lesu. Sehingga indikator dapat diinterpretasikan dengan mudah:

・ Jikal nilai terlalu rendah, misalnya., market tidak aktif, masuk akan jika akan terjadi lonjakan segera;
・ sebaliknya, jika nilai sangat tinggi, kemungkinan aktivitas akan menurun.

Stochastic Oscillator

Indikator Stochastic Oscillator membandingkan harga close saat ini dengan kisaran harga pada periode tertentu. Stochastic Oscillator ditampilkan dalam dua garis. Garis utama disebut %K. Garis kedua, disebut %D, adalah Moving Average dari %K. Garis %K biasanya ditampilkan dengan garis tegas dan garis %D biasanya ditampilkan dengan garis putus.

Ada beberapa cara untuk menentukan Stochastic Oscillator. 3 metode populer adalah sebagai berikut:

・ Buy ketika Oscillator (%K atau %D) jatuh di bawah level tertentu (20) dan kemudian naik dari level tersebut. Sell ketika Oscillator naik di atas level tertentu (80) dan kemudian turun dari level tersebut;
・ Buy ketika garis %K naik di atas garis %D dan sell ketika garis %K jatuh di bawah garis %D;
・ Melihat divergensi (perbedaan). Contoh: ketika harga membentuk serangkaian harga tinggi baru dan Stochastic Oscillator gagal untuk melampaui harga high sebelumnya.

Volumes

Indikator volume dimana mencoba untuk mengukur permintaan dan penawaran pasangan mata uang dengan mencari tahu apakah investor pada umumnya "Mengumpulkan" (buying) atau "Mendistribusikan" (selling) pasangan kurs. Premis dasar selalu berupa volume (atau aliran uang) dan dapat menjadi indikator utama terhadap aksi harga.

Williams’ Percent Range (%R)

Williams' Percent Range (%R) adalah indikator dinamis, yang menentukan kondisi market overbought atau oversold. Williams' %R mirip dengan Stochastic Oscillator. Perbedaannya hanya %R memiliki skala upside down dan Stochastic Oscillator memiliki internal smoothing.

Untuk menampilkan indikator dalam upside down, simbol minus ditempatkan sebelum nilai Williams Percent Range (contohnya, -30%). Symbol minus harus diabaikan ketika melakukan analisis.

Nilai indikator antara 80 dan 100% mengindikasikan bahwa market adalah oversold. Nilai indikator antara 0 dan 20% mengindikasikan bahwa market adalah overbought.

Dengan melihat indikator overbought/oversold, baik halnya untuk menunggu harga berubah arah sebelum menempatkan trading. Misalnya, jika indikator menunjukkan kondisi overbought, lebih baik untuk menunggu harga berubah turun sebelum melakukan sell.

Fenomena menarik pada indikator Williams Percent Range adalah kemampuannya untuk mengantisipasi pembalikan perubahan harga market. Indikator selalu membentuk puncak dan lalu berbalik turun beberapa hari sebelum harga menyentuh puncaknya dan turun ke bawah. Demikian pula, Williams Percent Range biasanya menghasilkan lembah dan muncul beberapa hari sebelum harga muncul.

5EF33829
live chat software